Langsung ke konten

Netflix Umumkan Produksi ‘Last Samurai Standing’: Sebuah Pertempuran Epik untuk Bertahan Hidup di Jepang Kuno

Last Samurai Standing Title announcement

Menggali kekayaan sejarah era samurai, serial Last Samurai Standing yang akan hadir di Netflix, mempersembahkan kisah menarik tentang bertahan hidup dan kehormatan. Berdasarkan novel “Ikusagami” karya Shogo Imamura, pemenang Naoki Prize ke-166 pada tahun 2021, serial ini menampilkan aktor multitalenta, Junichi Okada, sebagai pemeran utama. Okada juga bertindak sebagai produser dan koreografer adegan laga, dengan Michihito Fujii (The Journalist) menduduki kursi sutradara.

Berlatar akhir abad ke-19 selama periode Meiji, Last Samurai Standing berlangsung di Kuil Tenryuji di Kyoto. Saat malam tiba, 292 prajurit hebat berkumpul, tergiur oleh janji hadiah utama sebesar 100 miliar yen. Di antara mereka terdapat protagonis kita, Shujiro Saga (Junichi Okada), yang berpartisipasi dalam permainan berbahaya ini dengan satu tujuan: menyelamatkan istri dan anaknya yang sedang sakit.

Okada, yang mengambil beberapa peran dalam proyek ini, berbagi antusiasmenya terhadap acara ini. “Saat produser eksekutif Netflix, Tn. Takahashi, menghubungi saya, saya masih syuting dalam drama sejarah. Saat itu, saya sudah memikirkan berbagai cara untuk membuat genre ini populer, bukan hanya di Jepang, tetapi di seluruh dunia. Saya melihat potensinya untuk laga, drama, komentar sosial, dan hiburan, tetapi saya tahu kami bisa mengembangkannya lebih jauh. Saat itulah saya menemukan manga Imamura. Manga itu ditulis dengan cara yang bisa dinikmati oleh pemirsa modern, dan saya menyukai gagasan untuk mengadaptasinya,” ujarnya. “Saya juga bersikeras agar Michihito Fujii menjadi sutradara—jika ia tidak setuju, saya siap mundur dari proyek ini.”

Imamura merasakan antusiasme yang sama terhadap adaptasi tersebut. “Saya menulis ‘Ikusagami’ dengan tujuan membuat novel sejarah yang bisa dinikmati di seluruh dunia. Ketika Netflix menghubungi saya, saya sangat gembira. Dan memiliki Junichi Okada sebagai pemeran utama adalah mimpi yang menjadi kenyataan karena saya membayangkannya sebagai Shujiro saat menulis cerita ini,” ungkapnya.

Proses adaptasinya pun memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mengubah novelnya menjadi serial drama yang terdiri dari beberapa episode—ini seperti memproduksi tiga film. Fujii dan Okada mengerjakan naskahnya dengan teliti, memastikan naskahnya tetap sesuai dengan esensi karya orisinalnya sembari menambahkan berbagai elemen sinematik. Dengan hampir 300 aktor, yang masing-masing memerlukan kostumnya sendiri, produksi ini menuntut dedikasi yang tak tergoyahkan dari seluruh tim.

Meski cakupan proyek ini sangat besar, tim tidak merasa gentar. “Kami menciptakan dunia unik dengan pemeran yang beragam. Kami merasa bertanggung jawab untuk menawarkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Saya senang mendapat kesempatan untuk bekerja dengan cerita, pemeran, dan aspek visual yang luar biasa ini untuk menciptakan karya yang bisa dinikmati oleh Jepang dan dunia,” ujar Fujii.

Last Samurai Standing mencerminkan daya tarik abadi kisah-kisah samurai dan semangat tangguh dari mereka yang hidup melalui masa-masa itu. Bersiaplah menyaksikan pertempuran besar yang tiada duanya, hanya di Netflix.


Serial Netflix Last Samurai Standinghttps://www.netflix.com/lastsamuraistanding