Kenya Barris dan Scott Mescudi alias Kid Cudi telah berkolaborasi dengan Netflix untuk membuat serial musik animasi dewasa yang inovatif, terinspirasi dari album terbaru artis pemenang Grammy Award, Kid Cudi, berjudul Entergalactic, yang akan dirilis oleh Republic Records.
Serial animasi dewasa ini akan menampilkan musik dari album baru tersebut, yang mengikuti perjalanan seorang pria muda untuk menemukan cinta.
Kenya Barris (Black-ish, Girls’ Trip) akan menjadi menjadi produser eksekutif serial ini di bawah perusahaan produksinya, Khalabo Ink Society. Barris memiliki kesepakatan menyeluruh dengan Netflix.
Scott Mescudi (How To Make It In America, Westworld) akan menulis, membintangi, dan menjadi produser eksekutif serial ini.
Ian Edelman (How To Make It In America, The After Party) akan menulis dan menjadi produser eksekutif serial ini.
Tentang Kenya Barris
Pasfoto Kenya Barris (Kredit Foto: Matt Sayles)
Kenya Barris adalah penulis, produser, dan sutradara pemenang penghargaan yang pendekatan inovatifnya terhadap komedi telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pencerita modern Hollywood yang hebat. Dengan penekanan pada penceritaan yang memperhatikan konteks sosial yang mencerminkan budaya kita dan membahas masalah dan tema kontemporer, karyanya telah menuai pujian karena menceritakan kisah-kisah yang mengharukan dan kuat sehingga meningkatkan kesadaran penonton akan dunia di sekeliling mereka dan pada saat yang sama membuat mereka tertawa. Selain suara dan visi kreatifnya sendiri, Barris memiliki komitmen mendalam terhadap bimbingan yang telah menjadi dasar pendekatannya terhadap karier dan perusahaan produksinya, Khalabo Ink Society. Menerapkan komitmen ini sebagai pilar proses kreatif perusahaan, Barris telah mengembangkan perusahaan produksinya dengan tujuan menjadikannya sebagai badan kreatif, tempat kolaborasi dipupuk dan bakat baru dapat berkembang.
Barris mungkin paling dikenal sebagai kreator televisi di balik serial populer black-ish, komedi situasi autobiografi yang terinspirasi oleh kehidupan dan pengalamannya sendiri sebagai suami dan ayah. Serial favorit kritikus yang terhubung dengan spektrum penonton yang luas sejak pemutaran perdananya, black-ish telah menuai pujian karena menawarkan wawasan tentang masalah ras dan kelas sosial melalui penggambaran yang lucu, jujur, dan sesuai dengan waktu tentang pengalaman menjadi orang kulit hitam. Serial ini terbukti menjadi andalan bagi jaringan yang menyiarkannya dan telah meluncurkan dua serial sempalan – grown-ish di Freeform dan mixed-ish yang baru saja dipesan untuk ABC. Selain itu, Barris memiliki proyek televisi dalam berbagai tahap pengembangan termasuk komedi Unrelated yang menggunakan teknik multikamera untuk Freeform dan versi daur ulang komedi situasi populer tahun 1960-an, Bewitched, yang akan mengubah fokus dan sekarang berpusat pada keluarga antarras yang beragam. Selain rangkaian program televisi yang meledak, Barris juga terus memperluas karyanya di bidang film panjang dengan dua film yang akan dirilis tahun ini -- Little, komedi tentang pertukaran tubuh yang diproduksinya dan dibintangi Regina Hall, Marsai Martin, dan Issa Rae yang diputar di bioskop bulan lalu, dan Shaft, bab berikutnya dari saga Shaft yang menarik perhatian besutan sutradara Tim Story dan naskahnya ditulis oleh Barris. Di antara proyek-proyek film panjangnya yang akan datang termasuk Coming 2 America, sekuel klasik John Landis tahun 1980-an yang sudah ditunggu-tunggu, dibintangi Eddie Murphy, dan film panjang animasi berdasarkan lagu-lagu Bob Marley.
Tentang Kid Cudi
Hampir satu dekade silam, Kid Cudi menjuluki dirinya “The Man on the Moon” dengan alasan yang kuat. Sejak 2008, pelopor dan pencetus tren yang telah memenangkan beberapa platinum dan Grammy Award® ini telah memancarkan pengaruhnya di dunia hiphop seperti cahaya bulan. Menerima pujian dari semua orang, mulai dari Kanye West hingga Travi$ Scott, album penuh perdananya tahun 2009, Man on the Moon: The End of Day, telah menyabet sertifikasi platinum ganda dari RIAA. Cudi melanjutkan dengan album yang meraih penjualan platinum tahun 2010, Man on the Moon II: The Legend of Mr. Rager. Diakui sebagai kekuatan vital dalam budaya pop dan musik, tahun 2012 ia memenangkan gelar “Kolaborasi Rap/Menyanyi Terbaik” untuk “All of the Lights” di ajang GRAMMYS®. Album Indicud mencapai peringkat tertinggi di tangga lagu Billboard Top 200, menempati posisi nomor 2 dan menjadikan “Just What I Am” sebagai lagu favorit dengan penjualan platinum setahun kemudian. Cudi telah menjual lebih dari 20 juta single di seluruh dunia, dan seiring waktu pengaruhnya meningkat secara eksponensial.
Album PASSION, PAIN & DEMON SLAYIN 2016 menandai kembalinya Cudi ke asalnya dengan garang. “Baptized In Fire” (menampilkan Travi$ Scott) mencapai jumlah pemutaran streaming yang mencengangkan sebanyak 39 juta kali dalam enam bulan. Album studio keenamnya juga mendapat pujian dari Complex, Billboard, Pitchfork, dan The Fader, sementara majalah XXL menempatkannya di antara “50 Proyek Hiphop Terbaik 2016”. Kid Cudi menggemparkan acara TV larut malam dengan penampilan yang kuat membawakan “Kitchen” di The Tonight Show Starring Jimmy Fallon diiringi oleh orkestra dawai.
Ia kembali berkolaborasi dengan West tahun 2018 dalam karya hiphop rock psikedelik KIDS SEE GHOSTS. Penyatuan dua inovator ini menimbulkan gelombang kejut di seluruh budaya hiphop rock. Album ini tidak hanya mencapai posisi nomor 2 di Billboard Top 200, tetapi juga mendulang pujian luas dari Pitchfork, Rolling Stone, XXL, Vice, The Guardian, dan Entertainment Weekly. Saat proyek itu meraih kesuksesan, foto Cudi juga menghiasi sampul majalah Billboard.
Di luar produksi musiknya yang produktif, Cudi juga tampil di layar lebar dan layar kaca. Ia tidak hanya membintangi How to Make It in America di HBO dan James White, tetapi juga tampil di Need for Speed, Entourage, dan banyak lagi.
Tentang Khalabo Ink Society
Khalabo Ink Society adalah badan kreatif layanan komprehensif yang memproduksi program televisi, film dan digital yang tajam dan kuat. Didirikan oleh penulis, produser, dan sutradara pemenang penghargaan, Kenya Barris (Pendiri & CEO), perusahaan ini meluncurkan serial hit ABC, “black-ish”, yang meraih nominasi Emmy dan sejak saat itu telah memantapkan diri sebagai kekuatan kreatif yang menghasilkan konten sadar sosial yang mencerminkan budaya kita dan membahas masalah kontemporer. Dengan bimbingan sebagai pilar dari proses kreatif perusahaan, Khalabo Ink Society memupuk kolaborasi dan memberi kesempatan kepada bakat-bakat baru untuk berkembang. Selain “black-ish” di sisi televisi, perusahaan juga memproduksi serial sempalan untuk Freeform, “grown-ish”, yang merupakan serial komedi terbesar di jaringan itu dalam enam tahun sejak ditayangkan perdana tahun 2018. Selain serial terbarunya saat ini, Khalabo Ink Society sedang memproduksi versi daur ulang komedi situasi populer tahun 1960-an, “Bewitched”, untuk ABC, serial sempalan kedua “black-ish” yang berjudul “mixed-ish”, dan “Black Excellence”, serial pertama berdasarkan kesepakatan menyeluruh Barris dengan Netflix, yang juga akan dibintanginya. Selain program televisi yang meledak, Khalabo Ink Society terus meningkatkan produksi filmnya dengan proyek film panjang akan datang berjudul COMING 2 AMERICA, diadaptasi dari buku karya Roald Dahl, THE WITCHES, versi reboot dari komedi keluarga CHEAPER BY THE DOZEN, THE FRENCH QUARTER WILL NOT BE SPARED dari Lionsgate, THE LAST DRAGON dari Sony, THE GUYSMAIDS untuk 20th Century Fox, dan film panjang animasi berdasarkan lagu-lagu Bob Marley. Proyek-proyek Khalabo Ink Society terdahulu termasuk film LITTLE, SHAFT, GIRLS TRIP, BARBERSHOP 3: THE NEXT CUT, dan acara televisi “America’s Next Top Model”, yang dibuat Barris bersama Tyra Banks dan telah dilisensikan di 49 negara dengan 21 program turunan dengan format internasional.
