Langsung ke konten

Komedi Perampokan ‘The Lost Lotteries’ Mengeksplorasi Impian Nasional di Thailand

Jika Anda seorang pecundang yang memenangi lotre, tetapi entah bagaimana tiketnya dicuri oleh seseorang yang berkuasa, apa yang akan Anda lakukan? Itulah yang juga ingin diketahui oleh sutradara Prueksa Amaruji.

Dalam The Lost Lotteries, yang debut hari ini, sekelompok orang tak saling kenal yang kurang beruntung bekerja sama untuk merebut kembali tiket kemenangan mereka dari geng mafia yang bermarkas di pabrik petasan, menghasilkan komedi yang membuat orang tertawa terpingkal-pingkal. Prukesa, yang terkenal dengan hit box-office komedinya, membicarakan tentang apa arti lotre bagi orang Thailand dan tantangan dalam membuat komedi.

Sutradara Prueksa Amaruji mengeksplorasi tema impian dan harapan dalam ‘The Lost Lotteries’.

Kenapa Anda memilih topik lotre?

Lotre adalah topik universal, semua orang mengenalnya. Memenangi hadiah pertama dalam lotre di Thailand adalah impian nasional–saya juga salah satu dari para pemimpi itu–jadi saya dan produser eksekutif Ekachai Uekrongtham berpikir bahwa membuat film tentang memenangi lotre bisa menarik pemirsa, dan tentu saja penggemar Thailand kami.

Di masa lalu, ada anggapan bahwa hanya orang miskin yang bermain lotere dengan harapan akan menjadi kaya. Namun, dalam 10, 20 tahun terakhir, orang-orang dari semua lapisan masyarakat di Thailand, termasuk para eksekutif kantor senior, membeli tiket lotre. Lotre mewakili impian dan harapan. Ini bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang bagaimana uang bisa membeli impian-impian tersebut dan memungkinkan Anda melakukan sesuatu untuk orang-orang yang Anda cintai.

Bagaimana ‘The Lost Lotteries’ berbeda dari komedi Anda lainnya?

Tidak seperti drama emosional yang membuat kita cenderung menangisi hal-hal yang sama, tidak ada formula yang sempurna untuk komedi yang sukses karena setiap orang menertawakan hal yang berbeda. Sebagian orang menyukai komedi fisik, sementara yang lain menyukai permainan kata-kata. Sebagian orang menyukai momen-momen kocak, yang lain menyukai sindiran satire.

Saya ingin ‘The Lost Lotteries’ menjadi komedi kelam, yang mengolok-olok protagonis serta isu-isu sosial, dengan menyeimbangkan berbagai bagian komedi untuk memenuhi beragam selera. Film ini juga memasukkan elemen misi untuk merebut kembali tiket-tiket lotre. Kelima pecundang ini tidak cerdas atau percaya diri, tetapi lebih mirip orang udik yang kikuk, dan itu saja sudah sangat kocak.

Bagaimana rasanya bekerja sama dengan Netflix dalam film ini?

Rasanya seperti melakukan perjalanan untuk membuat film dengan teman yang juga penggemar berat film seperti saya. Kami benar-benar membiarkan imajinasi kami menjadi liar. Netflix telah menjadi mitra sejati yang akan melakukan apa pun untuk membantu kami membuat film terbaik. Misalnya, kami ingin menggunakan soundtrack internasional untuk film ini, dan kami pikir itu tidak mungkin, tetapi Netflix mewujudkannya. Netflix memberi kami sayap untuk terbang lebih tinggi dan mencapai aspirasi kami.

‘The Lost Lotteries’ tersedia secara eksklusif di Netflix mulai 16 November 2022.