Hiburan
3 Oktober 2023“Kita datang ke sini untuk tujuan yang benar, bukan? Apa yang kita lakukan di sini…” pikir Mont Blanc, salah satu robot tercanggih di dunia, sembari mengamati medan perang yang gersang. Trailer PLUTO yang baru dirilis membuka jalan bagi adaptasi anime dari manga yang banyak dipuji berjudul sama.
PLUTO, yang akan tayang perdana pada 26 Oktober, berlatar di dunia neofuturistik tempat manusia dan robot berkinerja tinggi hidup berdampingan dalam harmoni yang rapuh. Manga orisinalnya, karya Naoki Urasawa dan Takashi Nagasaki, didasarkan pada kisah ikonik “Astro Boy: The Greatest Robot on Earth” dari tahun 1964 karangan Osamu Tezuka, yang memenangkan hati penggemar dan penghargaan di seluruh dunia, termasuk penghargaan Penghargaan Budaya Tezuka Osamu yang bergengsi. Adaptasi panggung, yang memulai debut pada 2015 dan dipentaskan kembali pada 2018 karena tingginya permintaan publik, mengadakan tur di Jepang dan Eropa. Ini kian menegaskan signifikansi budaya dari karya tersebut.
Menandai 60 tahun sejak debut Astro Boy, serial animasi TV Jepang pertama, PLUTO digawangi oleh Masao Maruyama, anggota tim produksi orisinal Astro Boy sekaligus pendiri studio MAPPA yang terkenal.
Dalam trailer ini, pemirsa juga diperkenalkan pada Gesicht, robot detektif yang berkonflik dengan identitasnya sebagai "mesin pembunuh", serta North No. 2, robot yang digerakkan oleh kekuatan musik, dan Uran, robot yang menunjukkan empati pada orang lain. Kontras antara sekuens adegan aksi yang intens dan dialog yang menyentuh mencerminkan kedalaman emosional PLUTO dan meningkatkan ekspektasi terhadap kisah yang memilukan ini.
Selain itu, poster utama untuk pertama kalinya memperlihatkan penampilan Pluto, robot yang sangat kuat, menimbulkan pertanyaan tentang tujuannya yang sebenarnya dan bagaimana hal itu akan terungkap dalam plot utama. Gambar-gambar ekspresif dari karakter populer seperti Atom, Uran, dr. Ochanomizu, dan dr. Tenma menghadirkan perspektif segar, menawarkan gambaran sekilas tentang awal menarik dari kisah menegangkan yang dimulai dengan adegan pembunuhan tanpa jejak manusia.
Dapatkah Gesicht dan Atom memutus siklus kebencian dalam menghadapi “keberadaan kebencian” terburuk dalam sejarah yang akan menyebabkan kehancuran dunia? Cari tahu jawabannya dalam ‘PLUTO’ tanggal 26 Oktober.
Detail Proyek: Sinopsis: Di dunia tempat manusia dan robot hidup berdampingan, detektif Europol, Gesicht, menyelidiki kasus penghancuran serangkaian robot kuat. Ini membuatnya percaya bahwa pelakunya menargetkan robot-robot tercanggih di dunia–termasuk dirinya. Namun, situasi berubah secara mengejutkan ketika orang-orang penting yang terlibat dalam hukum robot mulai dibunuh satu demi satu, tanpa petunjuk jelas di TKP pembunuhan yang menunjukkan siapa pelakunya. Selama penyelidikan, Gesicht bertemu dengan Atom, robot yang sangat canggih, yang emosi dan kecerdasan artifisialnya membuatnya mempertanyakan identitasnya sendiri. Bersama-sama, mereka mengungkap rencana jahat yang bisa menghancurkan dunia yang mereka kenal. Seiring berjalannya waktu, dapatkah mereka menghentikan kejahatan terbesar dalam sejarah sebelum terlambat?
Staf: Berdasarkan Komik Orisinal 'PLUTO' karya Naoki Urasawa & Osamu Tezuka Produser: Takashi Nagasaki Supervisor Kreatif: Macoto Tezka Didukung oleh Tezuka Productions dan 'BIG COMIC' Diterbitkan oleh Shogakukan Produser Eksekutif: Masao Maruyama, Taro Maki, Yuji Yamamoto Sutradara: Toshio Kawaguchi Desainer Karakter: Shigeru Fujita Penasihat Kreatif: Naoki Urasawa Animator Pengawas: Kazunori Aoki, Kaku Saito Sutradara CGI/Pembuat Efek Khusus: Takahiro Miyata Pengarah Seni: Chikako Shibata Direktur Compositing: Mitsuhiro Sato Direktur Audio: Masafumi Mima Musik: Yugo Kanno Produksi Animasi: Studio M2 Diproduksi oleh GENCO
Pengisi Suara Jepang: Gesicht: Shinshu Fuji Atom: Yoko Hikasa Uran: Minori Suzuki Montblanc: Hiroki Yasumoto North No.2: Koichi Yamadera Brando: Hidenobu Kiuchi Hercules: Rikiya Koyama Epsilon: Mamoru Miyano Pluto: Toshihiko Seki dr. Ochanomizu: Toshio Furukawa dr. Tenma: Eizou Tsuda Helena: Romi Park Duncan: Michio Hazama Brau-1589: Hideyuki Tanaka